Kepentok Hati Musuh 6


Langsung aja deh >_< 
.
.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>SKIP<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Sesuai dengan janji mereka pada diri mereka sendiri, Ify cs benar-benar menjauhi Rio cs. Rio cs saja sampai bingung dan merasa aneh banget. Tiap papasan di jalan, Ify cs seperti tidak melihat mereka. Kemudian kalo di sapa. Mereka balas sekedarnya. Terus kalo Cakka sapa, “Hai cantik.” Bukannya marah-marah dan ngatain rayuan obralan Cakka malah mereka balas dengan ramah gitu. Gimana nggak frustasi coba??
                Yang parahnya banget, ketika di Kantin. Ify cs lagi makan bakso tuh ceritanya. Kemudian datang Rio cs yang langsung menuju meja Ify cs. Kerena maksud dari misi Rio cs bikin Ify cs marah alias ngamuk gitu, makanya Rio cs menyerubut makan bakso Ify cs. Awalnya Ify cs tercengang dan kemudian diam aja. Malah Via yang berdiri dan manggil Pak Saman penjual bakso itu.
                “Pak, baksonya empat mangkuk lagi.” pesan Via. Tak lama kemudian Pak Saman datang dengan empat mangkuk bakso. Via membayar bakso itu.
                “Nih buat kakak-kakak. Dimakan ya, dari pada makan yang kita lebih baik yang baru ini.” Ucap Via. Rio cs cengok. “Yuk, sob. Kita pindah.” Ajak Via yang udah mengangkat baksonya. Ketiga sohibnya ikutan Via dan mereka menuju bangku yang masih ada tempat duduknya, namun semeja dengan kakak seniornya juga.
                “Boleh gabung nggak, Kak. Soalnya di tempat kita tadi udah ada orang baru.” Pinta Shilla. Kakak-kakak itu tersenyum dan mengangguk.
                “Hmm…kalian berempat yang tempo kemaren berantem dengan Gabriel dan sohib-sohibnya di lapangan basket kan?” tanya senior yang satunya lagi. Ify cs mengangguk.
                “Kenalan dulu dong, gue Debo.”
                “Kiky”
                “Septian”
                “Riko”
                “Ify”
                “Via”
                “Agni”
                “Shilla”
                Kalian kelas berapa?” tanya Kiky.
                “Kita kelas X-3, kak.” Via yang menjawab. Keempat senior itu tersenyum dan Ify cs balik tersenyum. Kemudian mereka mengobrol sambil menikmati makanan masing-masing.
                Sementara di meja Rio cs (alias meja Ify cs), Rio cs menatap Ify cs marah. Kenapa ya mereka marah?
                “Kenapa dengan mereka?” tanya Iel.
                “Nggak tahu, Yel. Udah beberapa hari ini mereka ngejauh gitu. Apa bosan kali ya berantem sama kita.” Rio menjawab. Lalu melemparkan tatapan meminta jawaban ke Alvin dan Cakka yang dibales dengan gelengan kepala doang.
                “Panes gue ngeliat mereka.” Ujar Iel. Ketiga sohibnya menatap Iel heran dan tidak bertanya. Karena ya mereka sama-sama menyadari kalo mereka merasakan seperti yang Iel rasakan. Gerah.
                Di hari-hari selanjutnya, Ify cs semakin menjauh dan cuek dengan Rio cs. Tetapi mereka malah dekat dengan Kiky, Debo, Septian, dan Riko.

@Lapangan Basket
                Rencananya Rio cs mau main basket gitu. Tapi yang ada malah mereka berdiri di lapangan basket sambil mengobrol. Hanya Cakka yang mendrible bola basket. Sudah seminggu ini juga Rio cs dicuekin dengan Ify cs. Ify cs deket dengan the trainer (ganknya Debo, Kiky, Septian, dan Riko). Padahal Rio cs sudah melancarkan cara yang baik hingga yang lumayan nggak baik agar Ify cs mau ngomong sama mereka. Tapi apa hasilnya non sen. 
                “Makin hari makin panes gue.” Dumel Iel.
                “Gue penasaran apa sih dibalik semua ini.” Ucap Alvin.
                “Padahal gue udah cari tahu ke kelas mereka. Tapi nggak ada yang menjawab, malahan gue diusir. Gila aja men, malu gue.” Kata Cakka. Ketiga sohibnya nyengir.
                “Menurut lo kenapa, yo?” tanya Iel.
                “Kenapa tanya gue?”
                “Lo kan tetangganya Ify. Kali aja ngomong sama Ify di rumah.”
                “Di sekolah aja nggak diajak ngomong, apalagi di rumah dodol.”
                “Iya ya.” Ucap Iel cengengesan.
                “Parah lo, Yel. Baru juga ditinggal Via seminggu, udah error gini.” Goda Cakka.
                “Emang lu kate gue computer, pake error segala.” Balas Iel keki.
                “Kali aja, Yel.” Balas Cakka santai.
                “Udah deh. Sumpah, gue kangen sama mereka. Apalagi dia.” Ucap Alvin. Ketiga sohibnya heran.
                “Maksudnya apa, Vin?” tanya Cakka.
                “Gue suka sama Shilla.” Jawab Alvin.
                “Hah?! Lo bilang dia bawel. Kenapa bisa suka?” tanya Rio polos
                “Gue suka dia karena udah terbiasa ngeliat dia, bereng dia walaupun dalam rangka berantem. Ya gue rasa ada yang hilang aja ketika dia nggak kayak dulu lagi. Coba deh kalian pelajarin hati kalian. Pasti nemu arti dari kedekatan kita sama mereka.” Jawab Alvin dan tersenyum. Ketiga sohibnya terdiam.
                “Ck…Pak Alvin. Wuih… panes dong lo, bro sama Riko?” tanya Iel.
                “Bukan panes lagi, udah mau gue tonjok tuh anak. Deketin Shilla mulu.”
                “Woooiiiii, itu mereka lewat. Kita tanya yok, kenapa mereka.” Usul Cakka. Ketiga sohibnya mengangguk.
                Sekarang Rio cs mencegat Ify cs yang lagi berjalan melewati lapangan basket. “Hai..” sapa Rio.
                “Kenapa Kak?” tanya Agni balik.
                “Kita mau ngomong sama kalian.” Cakka yang menjawab.
                “Silakan.” Agni menjawab.
                “Kenapa kalian berubah gitu? Nggak bawel, nyolot, heboh lagi? Terus ngejauh sama kita?” tanya Alvin bertubi-tubi. Ify cs kaget, mata mereka melebar. Ify cs diam.
                “Kenapa?” tanya Iel.
                “Kita nggak berubah kok. Lagian kita nggak ngejauh sama kakak-kakak.” Shilla menjawab, tapi bohong.
                “Bohong.” Sambar Rio. “Coba jujur, kita ada salah sama kalian?” lanjut Rio.
                “Kita nggak berubah.” Tandas Ify.
                “Kita ngerasa ada yang hilang kalian begitu. Salah kita apa?” tanya Iel memohon. Ify cs kaget.
                “Kakak nggak salah, hanya saja kita berantem itu salah. Banyak orang yang nggak suka, banyak yang memusuhi kita.” Agni menjawab.
                “Selain itu hidup kita nggak tenang, Kak. Banyak yang nerror. Lagian mereka bener, kita nggak pantes kenal sama kakak-kakak.” Tambah Via.
                “Kita sekolah di sini buat belajar, Kak. Bukan berantem sama kakak-kakak atau dihukum guru. Bukan cari musuh, tapi teman.” Sambung Shilla.
                “Kita nggak benci sama kakak. Hanya saja yang dibilang Via bener. Kita masih kelas satu, udah ngelunjak gitu deket sama bintangnya GN walaupun kita dekat karena musuhan. Banyak orang yang salah ngejudge kami kak. Kita capek ngadepin orang seperti itu. Jadi, kita mohon tolong kabulin apa yang dibilang Shilla tadi.” Ucap Ify. Dia menarik nafas. “Kita kan menang tantangan masak kemarin, kakak bilang akan melakuin satu permintaan yang kami pinta tanpa bisa ditolak. Jadi, tolong jauhin kami. Please, jauhin.” Tambah Ify. Rio cs kaget mendengarnya.
                “Beneran kalian minta dijauhin?” tanya Iel. Keempatnya mengangguk.
                “Padahal kita udah nyadarin sesuatu.” Kata Alvin. Ify cs kaget dan bingung.
                “Kalo itu yang kalian pinta, oke kita lakuin.” Ucap Cakka dan menatap lekat Agni.
                “Mulai saat ini, kita resmi nggak akan gangguin kalian. Moga apa yang kalian inginkan tercapai deh.” Sambung Rio.
                “BYEEEEE……” ucap Rio cs kompak dan mereka meninggalkan Ify cs. Ify cs diam mematung dan membuang nafas yang sendari tadi mereka tahan. Air mata mengalir di pipi mereka. Beberapa siswa SMA GN melihat adegan itu nggak mengerti apa sebenarnya yang terjadi.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>SKIP<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Semenjak hari itu Ify cs benar-benar nggak bertemu dengan Rio cs lagi. Rio cs juga jarang memperlihatkan wujud mereka di depan Ify cs. Bila pun bertemu mereka saling diam dan nggak melirik satu sama lain. Ya mereka bener-bener saling menjauhkan diri. Namun hati mereka tidak. Ya, mereka menyadari kalau mereka saling membutuhkan satu sama lain. Selama tidak mengobrol, hati menjawab semuanya. Menyadari ketololan otak yang selalu nggak sesuai dengan hati. Mulai dari itu juga mereka seperti kucing-kucingan, saling melihat satu sama lain tanpa diketahui oleh yang dilihat. Memperhatikan dari jarak jauh tanpa mengetahui yang sebenarnya. Sehingga saling berasumsi dan menghasilkan hal yang negative.
                Pepatah ‘Cewek 99% menggunakan perasaan, sedangkan cowok 99% menggunakan otak’ ternyata benar. Ify cs yang didekati oleh the trainer membuat Rio cs jadi lelah hanya untuk melihat Ify cs. Rio cs berasumsi kalo Ify cs sudah pacaran dengan the trainer. Jadi mereka menjauhi Ify cs sejauh-jauhnya dan mulai menerima dekat dengan Princess.
               
@SMA Global Nusantara
                Hati itu nggak bisa dipungkiri, hati yang sakit nggak bisa diobati dengan apapun, kecuali yang menyebabkan rasa sakit itu. Nanar tatapan mata sebenarnya tidak pernah berbohong. Selalu mengatakan yang sebenarnya, hanya saja orang-orang tidak berani mengakui kalau itu benar.
                Hari ini tepat dua minggu sejak Ify cs mengatakan ingin dijauhin oleh Rio cs. Hari ini juga SMA Global Nusantara gempar. Pasalnya pangeran GN ke sekolah bareng The Princess, yang tak lain dan tak bukan Dea, Angel, Nova, dan Aren. Rio cs dan The Princess berjalan bersama-sama di sepanjang koridor sekolah tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Ify cs. Ify cs menatap mereka takjub, nanar tatapan mereka. Rio cs langsung mengalihkan pandangan ketika melihat Ify cs. Sementara The Princess semakin mendekatkan dirinya ke Rio cs, maksudnya biar Ify cs tahu kalo Rio cs sudah menjadi milik mereka. Ify cs terdiam di tempat, sedangkan Rio cs dan The Princess berjalan menjauhi mereka.
                Sebenarnya apa sih hubungan Rio cs dan Ify cs. Pacaran nggak. Tapi kenapa Rio cs seolah menatap Ify cs itu adalah kesalahan besar. Sementara Ify cs merasa sakit dan terluka ketika melihat The Princess dekat dengan Rio cs. Apakah ini yang dibilang dengan sebutan ‘hati yang mulai bicara’.
                Sebenarnya Rio cs itu tidak mau seperti itu dengan Ify cs. Hanya saja ada sesuatu yang mengatakan kepada mereka. Bahkan, Rio cs telah mengakui dan sama-sama mengakui, kalo Ify cs first love-nya Rio cs. Walaupun Cakka sering gonta-ganti pacar, toh dia nggak pernah cinta sama pacarnya. Dan baru ini dia cinta sama seseorang.
_FLASHBACK ON_
                “Kalian berempat nggak usah deketin Ify dan sohib-sohibnya lagi. Dia udah jadi milik kita.” Desis Debo
                “Kata siapa?” tanya Rio balik.
                “Ini buktinya.” Debo menjawab dan memperlihatkan sebuah SMS ke Rio. Rio cs kaget.
                “Dan lo, Vin. Nggak usah berharap jadi milik Shilla.” Ancam Riko.
                “Lo juga, Cak. Agni udah jadi milik dan partner basket gue.” Ucap Septian.
                “Lo, Yel. Via udah milik gue.” Kata Kiky. Rio cs diam mematung dan menatap the trainer tajem.
                “Akhirnya sesuatu yang kalian mau, jadi milik kita. Selama ini selalu kalian yang mengambil apa saja yang kami mau dan sekarang karma berlaku.” Desis Deba dan tersenyum sinis.
                “Jauhin Ify dan sohib-sohibnya.” Ulang Kiky tajem setajem silet.
                “Ok. Tenang aja.” Ucap Iel akhirnya. The trainer pergi meninggalkan Rio cs.
_FLASHBACKOFF_

@Senja Hari di Global Nusantara
                Ify dan ketiga sohib-sohibnya lagi duduk di sudut kanan lapangan. Mereka sedang curhat satu sama lain.
                “Gue sakit hati banget ngeliat mereka tadi. Gue sayang sama Kak Iel.” Curhat Via.
                “Gue juga, Vi. Gue sebenarnya udah lama suka sama Kak Alvin.” Aku Shilla.
                “Gue selalu mimpiin Kak Cakka. Gue nggak tahu kenapa, apa karena gue selalu mikirin dia ya?” tanya Agni lebih pada dirinya sendiri.
                “Jadi lo suka Kak Cakka, Ag?” tanya Ify. Agni mengangguk kecil.
                “Gue rasa sebenarnya kita udah suka sama mereka dari pertama kita di MOS sama mereka deh. Tapi kita aja terlalu naïf dan muna hingga ngehindar sama pernyataan itu.” Ucap Ify bijak.
                “Jadi lo suka sama Kak Rio, Fy?” Via balik bertanya. Ify tersenyum dan mengangguk.
                “Tapi apa daya, kita udah nggak bisa berharap. Kita salah jatuh cinta.” Ucap Ify.
                “Bener tuh, kita Cuma bisa ngelihat mereka dari jauh tanpa boleh berharap.” Tambah Via.
                “Apalagi kalo the Princess tahu, bisa habis kita. Gue nggak sanggup dilabrak lagi. Gue lebih milih nyimpen perasaann gue.” Keluh Shilla. Ketiga sohibnya mengangguk. Shilla menatap pohon yang dulu ia panjat.
                “Kita ke pohon itu, yuk. Gue mau nulis sesuatu.” Ajak Shilla dan menunjuk salah satu pohon palem.
                “Ok.” Ucap Agni, Ify, dan Via kompak.
                “Lo mau manjat, Shill?” tanya Agni. Shilla mengangguk.
                “Kalo mau nulis ya lebih baik naik pake kursi aja deh. Biar bisa lebih rapi dan nggak susah-susah.” Ucap Via. Dia dan Ify mengambil dua buah kursi yang berada di depan salah satu ruang kelas.
                “Pake nih, Shill. Lo mau nulis apaan?” tanya Via dan memberikan kursinya ke Shilla. Shilla Cuma tersenyum dan mulai menulis di pohon palem. Tepat di sebelah nama Alvin. Diukirnya suatu tulisan.
                “Kalian nggak mau nulis? Tulis aja deh, asyik lo. Biar kita inget first love kita.” Kata Shilla. Ify cs tentunya minus Shilla menimbang-nimbang dan akhirnya mengangguk. Lalu secara bergantian mereka menulis seperti yang Shilla tulis dan setelahnya mereka tertawa puas.
                “Kita nyanyi, yuk.” Ajak Via.
                “Lagu apa?” Agni bertanya.
                “Gimana lagu Salah Jatuh cinta punyanya Gita Gutawa. Kan pas tuh sama kita, suka sama orang tapi udah milik orang lain.” Tawar Ify. Ketiga sohibnya mengangguk setuju.

_Ify_
Aku lagi jatuh cinta
Warnanya hatiku
Merah kuning hijau

_Via_
Rasanya ku terbang-terbang
Langit pun berwarna
Merah kuning hijau

_Agni dan Shilla_
Namun ku baru tau
Huhuhu
Sesuatu tentang dirimu
Huhuhu
Ternyata

_SIVA_
Oo oo oo oo
Aku salah ku salah jatuh cinta
Oo oo oo oo
Karena ternyata
Kau sudah ada yang punya

_Shilla_
Aku salah jatuh cinta
Hatiku tak lagi
Merah kuning hijau

_Ify_
Ingin aku ditelan bumi
Langit pun tak lagi
Merah kuning hijau

_Agni_
Karena ku baru tau
Huhuhu
Sesuatu tentang dirimu
Huhuhu
Ternyata

_SIVA_
Oo oo oo oo
aku salah, ku salah jatuh cinta
Oo oo oo oo
Karena ternyata
Kau sudah ada yang punya

_Via dan Shila_
Salah jatuh cinta 8x

_Ify dan Agni_
Aku salah jatuh cinta 4x

_SIVA_
Karena ternyata kau ada yang punya
Ke sana ke sini ku jadi serba salah



@Rumah Ify
                “Devaaaaaa…….gue pulang.” Teriak Ify dari teras rumah. Tapi rumah tampak sepi. Kemudian seseorang datang menghampiri Ify dan membuka pintu.
                “Gue denger, Kak. Nggak usah teriak kayak tarzan deh.” Omel Deva. Ify senyum.
                “Mama mana, Dev?”
                “Mama dinas ke Bandung dua minggu. Jadi kita berdua aja di rumah.”
                “Owh..gue mandi dulu deh.” Ucap Ify dan berjalan ke dalam rumah.
                Di kamarnya, Ify segera mandi dan setengah jam kemudian di sudah berganti pakaian dengan piamanya. Ify berjalan ke balkonnya. Ya dari balkon, Ify bisa melihat kamar Rio. “Apa gue salah sayang sama lo, Kak?” batin Ify melihat ke arah kamar Rio yang terang benderang itu. Ify pun duduk di balkonnya. Menatap langit malam.
                Angin malam berhembus kuat sekali. Ify tetap keukeuh saja duduk di balkon. Sementara orang yang sendari tadi memperhatikan Ify dari sebrang, merasa khwatir. “Wwwoooiiiii, masuk gih. Dingin.” Teriak Rio ke Ify. Ify tersentak kaget dan melihat Rio yang tengah berdiri di balkon kamarnya sendiri. Ify mendengus dan segera masuk ke kamarnya. Ify bernyanyi sambil bermain piano.


Aku lagi jatuh cinta
Warnanya hatiku
Merah kuning hijau

Rasanya ku terbang-terbang
Langit pun berwarna
Merah kuning hijau

Namun ku baru tau
Huhuhu
Sesuatu tentang dirimu
Huhuhu
Ternyata

Oo oo oo oo
Aku salah ku salah jatuh cinta
Oo oo oo oo
Karena ternyata
Kau sudah ada yang punya

Aku salah jatuh cinta
Hatiku tak lagi
Merah kuning hijau

Ingin aku ditelan bumi
Langit pun tak lagi
Merah kuning hijau

Karena ku baru tau
Huhuhu
Sesuatu tentang dirimu
Huhuhu
Ternyata


Oo oo oo oo
aku salah, ku salah jatuh cinta
Oo oo oo oo
Karena ternyata
Kau sudah ada yang punya

Salah jatuh cinta 8x
Aku salah jatuh cinta 4x

Karena ternyata kau ada yang punya
Ke sana ke sini ku jadi serba salah
(Salah jatuh Cinta – Gita Gutawa).



@Kamar Rio
                Rio masih termenung di kamarnya. “Kenapa sih dia nyanyi lagi gitu? Dia lagi jatuh cinta sama siapa sih?” tanya Rio dalam hati. Dia mendengar Ify nyanyi lagunya Gita Gutawa. “Ahaha…..berarti dia nggak pacaran sama Debo toh.” Seru Rio girang. “Tapi sama siapa ya? Bodo ah, penting masih ada kesempatan dan gue harus cari tahu Ify lagi naksir siapa. Pertama harus ketemu Deva dulu.” Tambah Rio. Kemudian tersenyum-senyum sendiri dan akhirnya tertidur.

@Rumah Iel
                “Apa bener ya gue sayang sama Via?” tanya Iel pada dirinya sendiri. Sekarang Iel lagi duduk-duduk di pinggir kolam renangnya.
                “Kenapa juga gue biarin Angel ngedeketin gue? Bego lo, Yel.” Caci Iel pada dirinya sendiri. Iel mengingat momentnya bareng Via selama MOS. Kepolosan Via, cerewetnya Via, senyum manis Via, keramahan Via sama orang lain, pokoknya serba Via deh.
                “Gue bener sayang sama dia. Tapi dia udah jadian belum sih sama Kiky. Moga aja nggak deh.” Gumam Iel. “Iel-Iel kok lo jadi mellow gini Cuma gara-gara junior lo yang minta dijauhin.” Umpat Iel pada dirinya sendiri. Lalu dia tertawa, bukan tanda orang gila. Tapi Iel menertawakan dirinya sendiri. Ternyata pesona Via lebih kuat dari pesona dia, hingga dia yang jatuh cinta.
                “Gue akuin lo bener, Vin.” Ucap Iel. Lalu mengambil gitarnya dan menyanyi lagu Hampa.

@Rumah Cakka
                “Alvin bener. Sekarang gue sadar. Gue cinta sama Agni. Dia cewek yang nggak feminim, nggak lemah lembut, nggak jaim. Dia Cuma cewek tomboy rada manis, nyablak, cerewet dan apa adanya. Tapi dia yang berhasil buat gue jatuh cinta, tanpa gue sadari. Gue harus memperjuangkannya. Cakka Kawekas Nuraga nggak akan kalah sama si Septian sedeng itu.” Tekad Cakka. *Penulis :: Ya ampun, Cak. Semangat ya semangat, tapi nggak harus ngatain orang kali. Bersin tuh septian lo katain sedeng. Cakka :: Emang gue pikirin, penulis sih masukin dia di cerita, mana mau ngambil ayang Agni lagi. Penulis :: Sorry deh, Cak. J
                Back to Story, Cakka kemudian mengambil BB-nya dan mulai melihat daftar ceweknya. Seketika dia putusin semua ceweknya. Cakka jahat banget ya.

@Rumah Via
                Malam ini langit begitu terang, banyak bintang yang bertebaran. Via lagi duduk-duduk di balkonnya dan melamun.
                “Gue cemburu, Kak lo deket sama Kak Angel.” Batin Via. Tatapannya kosong dan ingat Iel lagi bareng Angel.
                “Kenapa gue harus sadar kalo gue cinta sama Kak Iel ketika dia udah sama yang lain. Kenapa waktu kejem banget sih.” Gumam Via.
                “Gue sayang lo, Kak. Sampe kapan pun. Gue harap lo juga yang sama gue.” Ucap Via dan dia mulai melamun lagi.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>SKIP<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<



BERSAMBUNG...........

0 comments:

Posting Komentar